RSS

The Power of Climate Change

Perubahan iklim yang ekstrim dalam kehidupan sehari hari telah kita alami. Di antaranya cuaca yang tidak menentu dan tidak jelasnya siklus permusiman. Seperti yang kita ketahui musim di Indonesia ada 2 yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau biasa terjadi sekitar bulan april-september dan musim penghujan sekitar bulan oktober-maret. Namun hal itu tidak kita rasakan, musim penghujan telah kita alami setiap saat, dan tidak tentu kapan terjadi hujan. Akibatnya setiap hari kita harus menyiapkan payung dalam setiap kegiatan, “Sedia Payung sebelum hujan” begitulah pepatah berkata. Dan juga terkadang kita mengalami kemarau pada musim penghujan. Hal ini juga mempengaruhi sistem pertumbuhan tanaman, yang berdampak langsung pada kehidupan petani. Tidak jarang jika kita melihat berita gagal panen dan petani merugi akibat cuaca yang tidak menentu. Juga dalam menyelenggarakan sebuah acara, para Event Organizer menyediakan Pawang Hujan walaupun acara tersebut diselenggarakan padamusim kemarau. Wah aneh ya?



Contoh lainnya adalah terjadinya bencana banjir di Wasior provinsi papua barat, bencana banjir tersebut layaknya tsunami, banyak korban yang tewas karena bencana tersebut. Sedangkan di provinsi lain di Nusa Tenggara Timur mengalami kekeringan dan kurangnya pasokan air bersih, sehingga mereka harus berjalan bermil-mil untuk mendapatakan air bersih. Perubahan iklim ini merupakan akibat yang harus kita jalani karena kurangya kepedulian dengan lingkungan. Padahal pada abad sebelumnya, siklus iklim berlangsung dengan baik. Dimana-mana banyak pohon, sungai masih jernih, dan udara masih bersih sekali tanpa polusi .



Pada abad 20 ini, banyak dilakukan pembangunan yang menyebabkan hutan hutan ditebang dan dibakar hanya untuk urusan bisnis dan industri. J uga banyaknya industri kendaraan bermotor, peternakan, dan pembuangan limbah secara berlebihan yang turut menyumbang zat zat rumah kaca. Sehingga ozon di bumi ini menjadi rusak dan matahari dapat langsung menerangi bumi ini tanpa disaring oleh ozon. Suhu bumi semakin meningkat dan terjadi perubahan iklim semakin ekstrim. Hal ini menyebabkan es di daerah kutub utara mencair dan menyebabkan kenaikan air laut secara pesat. Akibat kenaikan air laut, dapat dipastikan berkurangnya luas suatu daratan dan lenyapnya pulau pulau kecil di bumi ini. Jika es di kutub utara terus mencair maka punahnya hewan tundra seperti penguin, beruang laut, dan ekosistem lain tidak dapat dielak lagi. Serta tidak seimbangnya rantai makanan di dunia yang menyebakan berkurangnya ekosistem di bumi ini.



Teruskan kita hidup dengan iklim yang tidak tentu ini? Dan bagaimana nasib anak cucu kita jikalau iklim ini terus berubah-ubah tanpa kita ketahui.

NAH SAATNYA KITA BERUBAH!!



Dalam menghadapi perubahan iklim ini kita dapat melakukan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi di antaranya adalah:

1.Penghijauan dan Reboisasi
Penghijauan ini dapat kita lakukan seperti menanam pohon di lingkungan sekitar entah di lingkungan rumah, lingkungan sekolah, atau lingkungan lainnya. Penanaman pohon ini membantu kita dalam hal penyimpancan cadangan air udara bersih kita. Penanaman pohon di hutan yang sudah gundul (Reboisasi) juga perlu kita lakukan, karena hutan merupakan penyerap terbesar emisi gas rumah kaca.

2.Melakukan 3R

Seperti yang kita ketahui 3R adalah Reuse, Reduce, dan Recycle. Artinya kita harus menggunakan kembali barang yang telah kita pakai dan juga mengurangi pemakaian barang dalam kehidupan sehari-hari. Serta tak lupa untuk mendaur ulang barang yang kita pakai.

3.Memberikan edukasi tentang pelestarian bumi pada masyarakat. Hal itu dapat ditanamkan dalam setiap kurikulum pendidikan para siswa-siswi di sekolah. Sehingga mereka memiliki pengetahun tentang pentingnya menjaga lingkungan.

4. Jika bepergian lebih baik jalan kaki atau menggunakan sepeda. Karena selain menyehatkan tubuh juga mengurangi emisi gas rumah kaca. Apabila bepergian dalam jarak yang jauh, gunakan angkutan umum untuk bepergian.

5. Gunakanlah produk yang ramah lingkungan dan hemat energi. Produk yang ramah lingkungan akhir-akhir ini banyak bermunculan di mana seperti plastik daur ulang dan lain-lain.

6. Mengurangi penggunaan plastik dalam segi kehidupan, karena plastik membutuhkan waktu sekitar 200 tahun atau lebih untuk bisa terurai di dalam tanah . Dan juga plastic menghasilkan gas yang berbahaya apabila dibakar yang juga zatnya merusak ozon bumi.

7. Hemat dalam pemakaian energi. Baik energi yang bisa diperbaharui maupun energi yang tidak bisa diperbaharui. Bisa dimulai dengan menghemat pemakaian listrik. Seperti mematikan pemakaian penggunakan alat elektronik yang tidak digunakan dan jangan membiarkan dalam kondisi stand by karena akan tetap memerlukan energi listrik.

8. Jika kita ingin mengeringkan baju, lebih baik mengeringkan secara alami dengan matahari.

9. Hindari penggunaan AC!

10.Belilah dan gunakan produk elektronik yang ramah lingkungan. Jangan membeli produk yang mengandung CFC.

11. Untuk perusahan industri teknologi buatlah produk yang ramah lingkungan dan hemat energy.

Namun yang terpenting dalam menanggulangi perubahan iklim ini adalah kesadaran diri dari tiap tiap individu. Jika ada kesadaran maka dalam menjalani penanggulangan dapat dijalankan dengan baik.
So .. Guys!! Lets GO GREEN !!!

i love Yamada Ryosuke xoxo

Heyy minna !!
I just told you about my favourite honey bunny sweety
"Yamada Ryosuke"
Hhahahahaaaa
But my ichiban is CHINEN YUURI !!!
Haiiiii minnaaaaaaa \(^w^)b
Ogenkidesukaaaaa ??
Hahahahhaaa
Long time to write this blog! ^w^

But I will try to do best!
I won't be plagiats like my friends blog,hahahaha
Sooo jaaa minna !! ^w'

10 Rahasia Sukses Bangsa Jepang




Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ??

Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.



3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang TuaPerkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.


Source : From Friend in Facebook,, [arigatou gozaimasu for ur info,, really useful for me ^_^]

Sehatt ..

Banyak orang yang ingin berhenti merokok, namun tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk memulainya. Sebagian mengatakan, hadapi saja perasaan ingin merokok itu, dan biarkan gambaran akan nikmatnya merokok mengundang Anda. Bagi sebagian yang lain, cara ini justru akan mengacaukan rencana Anda.

Bila Anda masih berniat menghentikan kebiasaan buruk ini, ada cara lain yang bisa Anda coba. Menurut hasil penelitian Duke University, Durham, North Carolina, ini ada hubungannya dengan makanan yang Anda konsumsi. Anda akan kesulitan menghentikan kebiasaan merokok jika Anda selalu mengonsumsi makanan berikut ini:
* Daging
* Kopi
* Minuman beralkohol

Menikmati kopi, alkohol, atau steak, hanya membuat rokok terasa makin nikmat, jadi Anda harus menghindarinya. Sedangkan jenis makanan yang membuat rokok jadi terasa enggak enak di mulut sehingga Anda ingin menghentikannya adalah:
* Buah-buahan
* Sayuran
* Produk olahan susu, termasuk yogurt dan keju
* Minuman tanpa soda, seperti air dan jus

Para peneliti tidak dapat menjelaskan alasan di balik penemuan ini, namun mereka memperkirakan bahwa makanan dapat mengubah produksi liur dan akan mengubah rasa untuk sementara waktu, yang membuat rokok jadi terasa kurang enak.

Anda ingin membuktikannya? Tak ada salahnya dicoba.

hmm ..

Usia remaja adalah usia rawan untuk mencoba hal-hal yang baru. Rasa penasaran remaja begitu besar untuk mencoba ini dan itu. Bila rasa penasaran dan keinginan untuk coba-coba itu terhadap hal yang positif sih tak masalah. Yang bahaya adalah apabila remaja penasaran terhadap hal-hal negatif dan berkeinginan untuk mencobanya. Misalnya saja ingin mencoba pacaran, nge-drugs, miras (minuman keras), dll.

Coba-coba untuk hal yang negative bahkan cenderung mengarah pada maksiat itu cukup mengkhawatirkan loh di kalangan remaja. Perhatikan saja berapa banyak remaja yang coba-coba pacaran hanya karena supaya dianggap laku oleh teman-temannya. Hanya karena ingin pembuktian diri, bisa menyesal seumur-umur tuh. Gimana enggak bila ternyata pacaran itu sangat dekat kepada aktifitas mendekati zina. Bahkan banyak di antara remaja yang merasa malu ketika teman-temanya tahu bahwa dirinya masih perawan atau masih perjaka alias belum pernah ML (bukan Makan Lemper!).

ternyata pacaran itu sangat dekat kepada aktifitas mendekati zina.

Belum lagi coba-coba untuk merasakan narkoba dan miras. Biasanya mereka terpengaruh oleh lingkungan teman yang buruk. Remaja dipanas-panasin supaya mau mencoba barang-barang haram tersebut. Yang cowok biasanya pake diembel-embeli ‘yang kurang jantan-lah, yang kayak bencong-lah’ bila mereka tidak mau mencoba apa yang ditawarkan teman-temannya. Gawat juga ya.

Bagi remaja cerdas dan beriman, gampang banget membalikkan olok-olok teman yang tak bermutu ini. Sudah tahu barang haram dan perbuatan maksiat, kenapa juga mau coba-coba. Sebetulnya merekalah yang ‘gak jantan dan kayak bencong’ karena tak punya pendirian. Remaja beriman gak bakal mudah terpedaya oleh bujuk rayu setan berbentuk manusia ini. Toh, bila ada rusaknya tubuhmu karena barang haram ini, mereka gak bakal bisa membantu. Apalagi dibandingkan dengan panasnya api neraka, mereka sendiri gak bakal bisa menyelamatkan diri. Masa iya, yang kayak begini remaja beriman dan cerdas masih mau ikut-ikutan juga?

Ih….enggak banget deh!

Coba-coba itu dalam hal positif aja. Misalnya saja coba-coba ah belajar rajin, jadi biar bisa pintar dan juara kelas. Coba-coba dalam hal kebajikan misalnya saja aktif di rohis (kerohanian Islam), aktif ngaji, kemudian teman-teman diajak aktif ngaji juga.

Awalnya boleh coba-coba, setelah akhirnya paham kemudian jadi asyik dan melakukannya dengan penuh kesadaran. Bagi yang cewek pun gak jauh beda. Coba-coba menutup aurat. Tapi berikutnya ketika rajin datang ke kajian Islam, semakin paham bahwa menutup aurat tuh ternyata wajib. Ini yang namanya coba-coba membawa berkah alias bisa mengantarmu ke surga, insya Allah.

Rasa penasaran kamu sebagai remaja, boleh aja ada. Tinggal bagaimana kamu mengelola dan mengarahkannya agar menjadi hal-hal yang berguna dan bermanfaat baik bagi kamu dan lingkungan sekitarmu. Agar tak gampang terpedaya oleh teman-teman sebaya, ada baiknya kamu tebengi dirimu dengan keimanan yang kuat. Keimanan yang kuat ini bukan sim-salabim adanya, tapi harus dicari. Dimana nyarinya? Ya pastilah di majelis-majelis ilmu yang membahas tentang keimanan dan Islam sebagai sebuah system kehidupan yang utuh. Bukan malah di tempat-tempat maksiat semacam diskotik atau pub-pub disko.

Bila sudah begini, bisa dipastikan kamu akan tumbuh menjadi remaja muslim yang oke dan berkualitas. Tak ada lagi ajang coba-coba bagi yang namanya barang haram dan aktifitas maksiat. Cukup hanya diketahui untuk dihindari, itu saja. Sedangkan hal-hal positif yang bisa menghasilkan pahala, boleh tuh dicoba kemudian diamalkan dengan ilmu dan ikhlas.

Wahh….keren banget jadinya tuh. So remaja, arahkan rasa penasaran kamu untuk hal-hal yang benar saja ya.
Tetap semangat! ^_^

Bodooohhhhhhh ..

Menjadi orang pintar sesungguhnya suatu anugerah yang luar biasa,,
namun kalau kita mau jujur sebenarnya tidak ada manusia yang bodoh karena bodoh adalah identik karena ketidak mengertian kita tentang satu hal sementara orang lain telah mengetahui hal itu.
Jadi sesungguhnya orang pintar juga tadi nya tidak tahu namun karena usahanya untuk tahu baik dengan cara sendiri,, bantuan orang lain atau cara-cara lain baik sengaja maupun tidak sengaja sehingga yang tadinya tidak mengerti jadi mengerti...

Kesimpulannya orang pintar pun tadinya bodoh...

Oleh karena itu,, kita yang mengerti haruslah membimbing orang yang belum mengerti bukan menghakimi mereka dengan sebutan BODOH. Jadi sebenarnya dalam hal ini orang pintarlah yang bodoh karena dia tidak mampu membuat orang yang tidak mengerti jadi mengerti. Kepintaran sejati adalah bagaiamana kita mampu memberikan kepintaran yang kita punya ke orang lain bukan kita merasa pintar karena telah lebih tahu dari orang lain...


Sajak Orang Bodoh

Bodoh...
Kata-kata yang menyebalkan
Tapi penuh makna dan arti

Bodoh...
Itu hinaan
Cacian...!
Makian...!

Bodoh...
Ya, akulah orang bodoh tersebut
Lalu kenapa...???
Faktanya aku hidup dengan mencoba...?
Orang pintar,, harus belajar...?
Aku bodoh,, makanya belajar

Bodoh...
Salahkah bila aku bodoh?
Kuusahakan yang terbaik
Namun tiada hasil?

Bodoh..
Kebodohan ini
Tiada ampun baginya
Membuatku dihina,, dicaci,, dimaki

Bodoh..
Bosan aku mendengar kata ini
Adalah bodoh memikirkan hal yang bodoh

Akulah si bodoh
Bukan si bodoh biasa
Tapi si bodoh yang berusaha!
Untuk menunjukkan perkembangan
Dari diri si bodoh ini...